Online Shop - Bisnis "Anak Tiri"

anak tiri - si aBank

Anda punya online shop yang cukup eksis? Pernah dapat dukungan modal (pembiayaan/ kredit) dari bank atau lembaga keuangan lain atas bisnis online anda?

Jika iya anda sangat beruntung !

Ya anda cukup beruntung, jika pembiyaan bank yang anda peroleh murni dari bisnis online anda. Beberapa pelaku bisnis jual - beli online yang saya kenal merasa sangat sulit dalam mengakses permodalan dari bank, bahkan mereka harus menerima kenyataan pahit rata-rata bank belum mengakui eksistensi usaha yang mereka jalani secara online.

Padahal orang-orang yang saya temui ini bisa ber-omset  lebih dari Rp. 20 juta perbulan dengan margin keuntungan hingga 30%, beberapa bahkan bisa lebih besar tergantung jenis barang dan pangsa pasar mereka.

Seorang Ibu rumah tangga sebut saja bernama Dewi yang menggeluti jual  - beli online sudah lebih dari 5 tahun menuturkan pada saya pengalaman pahitnya di tolak oleh bank saat mengajukan pembiayaan guna tambahan modal, hanya karena ia tidak mampu menunjukkan stok barang dagang guna dokumentasi permohonan pembiyaannya.

Menurut ibu Dewi, bisnis ini sudah ia mulai sejak pertengahan tahun 2010, awalnya ia coba menawarkan beberapa item barang di group percakapan sebuah media soscial yang beranggotakan teman-teman sekolah, seiring berjalannya waktu yang pesan barang semakin banyak bahkan sudah tidak sebatas teman sekolah lagi, group-group dimedia social pun semakin bertambah bahkan saat ini Ibu Dewi mengoperasikan 7 (tujuh) buah telpon genggam untuk melayani pelanggan-pelanggannya, masing-masing telpon genggam berisi 3 – 4 group dan masing-masing group beranggotakan lebih dari 20 Orang, pembatasan jumlah group dan jumlah anggota group dilakukan untuk menghindari overload data agar komunikasi dengan para anggota group tetap lancar.

Suplier ibu Dewi sebagian besar di Jakarta, namun ada juga yang di Bandung, Semarang dan Surabaya, seluruh customernya adalah wanita sehingga barang yang diperjual belikan didominasi pakaian jadi, tas dan sepatu.

Kembali pada cerita penolakan bank atas permohonan kreditnya, Ibu Dewi merasa usaha yang dijalaninya saat ini mempunyai potensi untuk di kembangkan, hasil yang diperoleh pun dirasa cukup memuaskan dan mampu meningkatkan ekonomi rumah tangga tanpa harus meninggalkan rumah dan tetap bisa bersama anak-anaknya, namun ia merasa pihak bank masih memandang usaha ini sebagai anak tiri, terbukti dalam proses analisanya mereka menerapkan aturan seperti usaha pada umumnya, toko pakaian, toko sembako, toko kelontong dan lainnya.

Padahal untuk jual – beli online, memang sulit untuk menghadirkan stok atau persediaan, apalagi ia hanya pedagang perantara, bukan yang memproduksi. Barang yang dibeli hanya sesuai dengan orderan pembeli, begitu barang sampai harus langsung dikirim ke pemesan/ pembeli, belum lagi yang menggunakan sistem dropship, dimana barang yang di order akan dikirim langsung oleh suplier ke alamat pemesan pertama. Perlu diketahui kecepatan barang sampai menjadi salah satu penilaian pemesan dalam memilih tempat belanja online.

Saat pengajuan ke bank, ibu Dewi merasa telah memenuhi seluruh syarat administrasi, ia juga melampirkan beberapa dokumen pendukung diantaranya
  1. Daftar suplier lengkap dengan nama toko, alamat dan nomor telponnya, sehingga jika ingin verifikasi pihak bank bisa menghubunginya langsung
  2. Catatan pemesan 3 bulan terakhir, lengkap dengan informasi jenis barang, harga beli, harga jual, tanggal pengiriman barang.
  3. Resi penerimaan dan pengiriman barang dari salah satu perusahaan ekspedisi terkemuka (beberapa bulan terakhir yang masih terkumpul)
  4. Salinan mutasi rekening bank 6 bulan terakhir, di situ dapat dilihat transaksi uang masuk dan keluar terkait usaha yang dijalani, nomor rekening dan nama suplier berapa besar transaksi dapat di cocokkan dengan poin 1 dan 2.
  5. Untuk jaminan juga ibu Dewi menjaminkan asset yang cukup sesuai dengan plafond yang di ajukan.
  6. Bagaimana dengan BI Checking? Ibu Dewi meyakinkan bahwa ia tidak pernah mempunyai catatan buruk dilembaga keuangan bank maupun non bank.

Dari cerita diatas, menurut saya wajar jika banyak orang berpendapat sama seperti ibu Dewi, apa yang dipersiapkannya saat ingin berhubungan dengan bank sebenarnya sudah sangat baik, namun dalam hal ini Bank/ Lembaga keuangan yang memproses tidak juga bisa langsung sepenuhnya disalahkan. Setiap Bank tentu mempunyai SOP yang memuat kriteria-kriteria calon nasabah yang dapat dilayani.

Namun, sudah saatnya bank atau lembaga keuangan lainnya lebih terbuka dan dapat mengakomodir orang-orang seperti ibu Dewi, sehingga penolakan hanya karena tidak ada stock atau persedian barang tidak terjadi lagi, karena karakteristik usaha ini memang berbeda dengan usaha toko-toko yang menjual barang fisik secara langsung.

di era perkembangan teknologi sekarang usaha seperti ini mempunyai potensi untuk terus berkembang seiring dengan pertumbuhan pengguna internet aktif (bahkan katanya salah satu yang terbesar didunia) dan tingginya pertumbuhan pengguna smartphone di Indonesia dimana orang-orang semakin familiar dengan hal-hal digital, salah satunya Jual Beli Online.

Begitu banyak referensi yang bisa kita temukan di internet terkait berapa besarnya peluang yang ada di sektor ini, Diperlukan perhatian dan dukungan semua pihak untuk menangkap dan mengembangkan peluang ini, sebagai salah satu jalan meningkatkan ekonomi masyarakat sehingga pelaku usaha Online seperti ini tidak merasa menjadi anak tiri lagi. 

 Salam dari Si aBank

Subscribe to receive free email updates:

4 Responses to "Online Shop - Bisnis "Anak Tiri""

  1. dapat info ternyata setiap tanggal 12 - 14 Desember setiap tahunnya diperingati sebagai Hari Belanja Online Nasional :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. ,,.,KISAH NYATA ,
      Aslamu alaikum wr wb..Allahu Akbar, Allahu akbar, Allahu akbar
      Bismillahirrahamaninrahim,,senang sekali saya bisa menulis dan berbagi kepada teman2 melalui room ini, sebelumnya dulu saya adalah seorang pengusaha dibidang property rumah tangga dan mencapai kesuksesan yang luar biasa, mobil rumah dan fasilitas lain sudah saya miliki, namun namanya cobaan saya sangat percaya kepada semua orang, hingga suaatu saat saya ditipu dengan teman saya sendiri dan membawa semua yng saya punya, akhirnya saya menaggung utang ke pelanggan saya totalnya 470 juta dan di bank totalnya 800 juta , saya stress dan hamper bunuh diri anak saya 2 orng masih sekolah di smp dan sma, istri saya pergi entah kemana dan meninggalkan saya dan anakanaknya ditengah tagihan utang yg menumpuk, demi makan sehari hari saya terpaksa jual nasi bungkus keliling dan kue, ditengah himpitan ekonomi seperti ini saya bertemu dengan seorang teman dan bercerita kepadanya, Alhamdulilah beliau memberikan saran kepada saya, dulu katanya dia juga seperti saya stelah bergabung dengan KI JAMBRONG hidupnya kembali sukses, awalnya saya ragu dan tidak percaya tapi selama satu minggu saya berpikir dan melihat langsung hasilnya, saya akhirnya bergabung dan menghubungi KI jambrong di No 0853-1712-1219. Semua petunjuk AKI saya ikuti dan hanya 3 hari Astagfirullahallazim, Alhamdulilah Demi AllAH dan anak saya, akhirnya 5M yang saya minta benar benar ada di tangan saya, semua utang saya lunas dan sisanya buat modal usaha, kini saya kembali sukses terimaksih KI JAMBRONG saya tidak akan melupakan jasa AKI. JIKA TEMAN TEMAN BERMINAT, YAKIN DAN PERCAYA INSYA ALLAH, SAYA SUDAH BUKTIKAN DEMI ALLAH SILAHKAN HUB AKI JAMBRONG DI 0853-1712-1219. (TANPA TUMBAL/AMAN).

      ANDA JUGA BISA BERKONSULTASI MASALAH LAIN SEPERTI : TOGEL,PELARIS,SANTET,TUYUL,PERCINTAAN/ASMARA ATAU MASALAH GAIB LAINNYA.
      INI TIDAK AKAN BERHASIL TANPA ADA KEPERCAYAAN DAN KEYAKINAN DALAM DIRI ANDA SENDIRI

      Catatan: satu kata sudah cukup untuk orang bijak dan terima kasih banyak atas bacaan kesaksian dan kabar baik saya
      Tuhan memberkati kalian semua!

      Delete
  2. BERITA BAIK UNTUK SEMUA ORANG

    Nama saya Amisha dari bogor di Indonesia, saya adalah perancang busana dan saya ingin menggunakan media ini untuk memberi tahu setiap orang untuk berhati-hati dalam mendapatkan pinjaman di internet, begitu banyak kreditur pinjaman di sini adalah penipu dan mereka ada di sini. curang Anda dengan susah payah uang Anda, saya mengajukan pinjaman sekitar Rp500,000,000 wanita di Malaysia dan saya kehilangan sekitar 24 juta tanpa mengambil pinjaman, saya membayar hampir 24 juta masih saya tidak mendapatkan pinjaman dan bisnis saya adalah Tentang menabrak karena hutang.

    Sebagai pencarian saya untuk perusahaan pinjaman pribadi yang andal, saya melihat iklan online lainnya dan nama perusahaannya adalah FANCY LOAN COMPANY. Saya kehilangan jumlah 15 juta dengan mereka dan sampai hari ini, saya tidak pernah menerima pinjaman yang saya usulkan.

    Tuhan jadilah kemuliaan, teman-teman saya yang mengajukan pinjaman juga menerima pinjaman semacam itu, mengenalkan saya kepada perusahaan yang dapat dipercaya dimana Ibu Suzan bekerja sebagai manajer cabang, dan saya mengajukan pinjaman sebesar Rp700.000.000 dan mereka meminta surat kepercayaan saya, Dan setelah mereka selesai memverifikasi detail saya, pinjaman tersebut disetujui untuk saya dan saya pikir itu adalah sebuah lelucon, dan mungkin inilah salah satu tindakan curang yang membuat saya kehilangan uang, tapi saya tercengang. Ketika saya mendapat pinjaman saya dalam waktu kurang dari 6 jam dengan suku bunga rendah 2% tanpa agunan.

    Saya sangat senang karena ALLAH menggunakan teman saya yang menghubungi mereka dan mengenalkan saya kepada mereka dan karena saya diselamatkan dari membuat bisnis saya melonjak ke udara dan dilikuidasi dan sekarang bisnis saya terbang tinggi dalam bahasa Indonesia dan tidak ada yang akan mengatakannya Dia tidak tahu tentang Anniesa Hasibuan perusahaan mode saya

    Jadi saya saran setiap orang yang tinggal di Indonesia dan negara lain yang membutuhkan pinjaman untuk satu tujuan atau yang lain untuk silahkan kontak
    Ibu Suzan email: (Suzaninvestment@gmail.com)

    Anda juga dapat menghubungi saya di email saya: (Amisha1213@gmail.com), dan maria yang baru saja mendapat pinjaman dari suzan di: (maaria9925@gmail.com) dan Karina yang memperkenalkan dan bercerita tentang Ibu Suzan, dia juga mendapat pinjaman baru dari Ibu Suzan, Anda juga dapat menghubungi dia melalui email-nya:( Lukman.karina@yahoo.com).

    ReplyDelete
  3. Kami menawarkan pinjaman dengan persyaratan yang sangat fleksibel Suku bunga kami bervariasi tergantung pada jumlah yang diminta dan jangka waktu penyelesaian Suku bunga kami relatif rendah dan bervariasi antara 1% dan 1,60%. Pilih Personal Loan adalah untuk mendapatkan keuntungan dari suku bunga tetap. Antara 1% dan 1,60% itu tidak berubah selama masa pinjaman Anda Anda yang memilih jumlah dan waktu yang paling sesuai untuk Anda Dengan Personal Loan, Anda dapat meminjam sejumlah € 3.000 hingga € 5.000.000 selama periode 12 sampai 240 bulan

    Kami mendukung pendanaan proyek Anda seperti pembangunan rumah Anda, kantor, peternakan, kami mendukung rencana perjalanan Anda, perusahaan Anda, atau proyek yang Anda butuhkan untuk pendanaan eksternal.

    Kami memberikan pinjaman untuk individu: pinjaman pribadi untuk konsumsi, pinjaman immobillier, pelunasan kredit, penebusan utang untuk memenuhi semua utang Anda menjadi satu pinjaman, pinjaman pendidikan bagi siswa, siap membiayai pembelian mobil Anda.


    Company:RAMADHAN ISLAMIYAT LOANS
    Address:110 2 Ave SW, Calgary, Alberta, France
    Phone/WA:+2348050300854
    E-mail:(ramadhanislamiyatloans@gmail.com)

    ReplyDelete

11111111111111